Senin, Februari 23, 2009

Dasar Routing

Routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkan melalui network ke alat lain disebuah network yang berbeda.
Jika network Anda tidak memiliki router, maka jelas Anda tidak melakukan routing.
Untuk bisa melakukan routing paket, ada hal-hal yang harus diketahui :
• Alamat tujuan
• Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network remote
• Route yang mungkin ke semua network remote
• Route terbaik untuk setiap network remote
Router menyimpan routing table yang menggambarkan bagaimana menemukan network-network remote.
Jenis-jenis routing adalah :
• Routing statis
• Routing default
• Routing dinamis

Proses Routing IP
Sebuah komputer (Host A) dengan IP 192.168.0.10 netmask 255.255.255.192 memiliki gateway dengan IP Address 192.168.0.1 akan melakukan komunikasi dengan komputer (Host B) yang memiliki IP 172.16.10.11 netmask 255.255.255.0 dan IP gateway 172.16.10.1.
Komunikasi kedua komputer ini akan gagal bila tidak melalui penghubung “router” yang mampu menjembatani komunikasi antara dua network yang berbeda (network 192.168.0.0 dan 172.16.10.0). Gateway kedua network ini menggunakan sebuah “router” yang memiliki 2 bh network interface. Host_A dikonfigurasi ke default gateway interface Eth0/0 192.168.0.1 dan Host B dikonfigurasi ke default gateway interface Eth0/1 172.16.10.1.
Host A, untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus mengetahui alamat hardware interface Ethernet 0/0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 192.168.0.1 tersebut).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar