Sabtu, Maret 28, 2009

Pengertian Dasar Forex

Forex trading atau trading valas merupakan pasar finansial terbesar didunia, bahkan lebih besar dari pasar saham. Uang yang berputar setiap harinya dapat mencapai 1,5 triliun. Subhanallah..
Coba bayangkan, apabila anda mempunyai uang sebesar itu, apa yang anda lakukan? menikahi sandra dewi (bagi yang cowok)?atau derbi romero (bagi yang cewek). atau malah anda ingin membeli krupuk? bisa bisa satu propinsi tenggelam oleh krupuk. :)

Beberapa pengertian dasar tentang forex:

1.Forex Trading bergerak terus selama 24 jam setiap hari kerja (Senin sampai
Jumat)

2. berputar mulai dari pasar New Zealand & Australia yang berlangsung pukul
04.00 – 14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang & Singapura yang
berlangsung pukul 07.00 – 16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris
yang berlangsung pukul 14.00 – 22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika yang
berlangsung pukul 19.30 – 04.00 WIB

3. Perdagangan di sessi Asia biasanya harga tidak terlalu memperlihatkan
pergerakan (flat). Harga biasanya mulai bergerak saat memasuki sessi Eropa
(14.00 WIB) dan puncak pergerakan biasanya terjadi pada saat sessi Amerika
dibuka jam 19.30.

4. Berita ekonomi saat sessi Amerika dibuka (US open) biasanya sangat ditunggu
pelaku pasar / trader. Karena pergerakan harga bisa sampai 100 – 200 point.
Selalu mengikuti berita ekonomi dan analisanya terhadap pasar uang dunia di web
site seperti http://www.forexnews.com atau http://www.bloomberg.com Anda
tinggal pilih!

5. Berita ekonomi (economic indicator) yang penting dan banyak mempengaruhi
pergerakan harga, seperti berita tentang Non Farm Payroll (NFP), Gross Domestic
Product (GDP), Trade Balance, CPI, kenaikan suku bunga dll
Untuk melihat jadwal berita (calendar) ekonomi yang akan dikeluarkan lihat
http://forexfactory.com dan http://dailyfx.com

6. Mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah pasangan mata uang seperti
GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, USD/JPY. Mata uang ini dipilih karena
pergerakannya sangat fluktuatif.

7. bila GBP/USD dan EUR/USD sedang dalam kondisi “down trend” maka biasanya
USD/CHF dan USD/JPY dalam kondisi “Up Trend”. Tapi bila suatu saat harga
ini bergerak tidak berlawan seperti yang disebutkan di atas, Anda wajib hati-hati
untuk memasang posisi (entry) pada hari itu.

8. . Mata Uang
GBP (Great Britain Poundsterling) mata uang negara Inggris , EUR (Euro) mata
uang negara-negara Eropa, USD (United States Dollar) mata uang Negara
Amerika Serikat, CHF(Swiss Franc) mata uang negara Swiss, JPY (Japanese Yen)
mata uang negara Jepang.
Bila GBP/USD =- 1.8541 berarti 1 GBP = 1.8541 USD
Bila EUR/USD = 1.2778 berarti 1 EUR = 1.2778 USD
Bila USD/CHF = 1.2250 berarti 1 USD = 1.2250 CHF
Bila USD/JPY = 114.50 berarti 1 USD = 114.50 JPY
Atau contoh mudah :
Bila USD/IDR = 9800 berarti 1 USD (Dollar) sama dengan 9800 IDR (Rupiah)
Penguatan dan Pelemahan mata uang
Kadang masih banyak orang yang terbalik membacanya, mana mata uang yang
menguat dan mana mata uang yan melemah. Bila GBP/USD bergerak dari harga
1.8540 ke 1.8590 (naik). Maka ini berarti GBPUSD mengalami kenaikan 50 poin.
Terhadap masing2 mata uang; GBP mengalami “penguatan” nilai mata uang
sedang USD mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Dollar (USD)
yang dibutuhkan untuk membeli GBP semakin besar yaitu dari 1.8540 menjadi
1.8590 per 1 Poundsterling (GBP). Pendek kata nilai, nilai Pound makin mahal
terhadap Dollar.
Contoh mudah lagi mis; Dollar terhadap Rupiah USD/IDR
Bila USD/IDR bergerak dari harga 9500 ke 9900 (naik)
Artinya harga bergerak 400 point (Wow…!!). Terhadap masing2 mata uang; USD
mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang IDR mengalami “pelemahan”
nilai mata uang. Karena nilai Rupiah (IDR) yang dibutuhkan untuk membeli
Dollar (USD) semakin besar yaitu dari 9500 menjadi 9900 per 1 Dollar (USD).
Pendek kata nilai, nilai Dollar makin mahal terhadap Rupiah.

9. Seperti yang Anda sudah ketahui bahwa dalam perdagangan Forex dikenal istilah
"Two Ways Opportunities ?" Yaitu transaksi di FOREX dapat dilakukan dengan
cara 2 arah dalam mengambil keuntungannya. Bila trend harga sedang naik maka
transaksi dilakukan dengan mengambil posisi BUY (offer). Sedang bila trend
harga sedang turun maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi SELL
(bid). Contohnya :
Posisi BUY (offer)
Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend naik (up trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open
position) yaitu “BUY’ dengan quantity 1000 ($10) ketika harga GBP/USD telah
mencapai 1.8550 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian
harga bergerak naik terus sampai 1.8640. kita lihat harga mulai bergerak lambat.
Dan telah menyentuh garis resistan yang kuat. Kita memutuskan untuk
melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8640. Maka dari transaksi ini kita
mendapat keuntungan 90 poin ( 1.8640 – 1.8550 = 90 point )
Keuntungan yang kita peroleh
Dengan Quantiy 1000 ($10) adalah 10x90/100(leverage) = $9 (profit)
Posisi SELL (bid)
Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend turun (down trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open
position) yaitu “SELL’ dengan quantity 10000 ($100) ketika harga GBP/USD
telah mencapai 1.8860 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat
kemudian harga bergerak turun terus sampai 1.8780. kita lihat harga mulai
bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis suppot yang kuat. Kita memutuskan
untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8780. Maka dari transaksi ini kita
mendapat keuntungan 80 poin ( 1.8860 – 1.8780 = 80 point )
Keuntungan yang kita peroleh Dengan Quantiy 10000 ($100) adalah 100x80/100(leverage) = $80 (profit)
*Perhitungan profit ini berbeda antara direct currency (GBP/USD, EUR/USD)
dengan indirect currency (USD/CHF,USD/JPY). Akan dibahas lain waktu.

10. Analisa teknikal dan analisa fundamental sangat penting untuk dipelajari guna
menganalisa pergerakan harga. Analisa Teknikal adalah analisa pergerakan harga
dengan melihat grafik pergerakan harga sebelumnya ( 5 menit, 30 menit , 1 jam,
atau 1 hari yang lalu) biasanya dilengkapi dengan indicator-indikator untuk
melihat tren harga dan untuk memutuskan kapan harus masuk pasar (Entry) dan
kapan harus keluar dari pasar (Exit). Sedangkan Analisa Fundamental adalah
analisa yang didasarkan melihat perkembangan ekonomi suatu Negara. Misalnya
kenaikan suku bunga bank, inflasi, NFP dll

11. Jangan menggunakan time frame yang kecil untuk menentukan trend harga seperti
1 minute (1M), 5 minute (5M). Karena terlalu banyak “gelombang” yang bisa
menelan
Gunakan time frame 1 jam (1H) untuk menentukan trend dan time frame 5 minute
(5M) untuk melihat pergerakn harga. Atau gunakan time frame 1hari (1D) untuk
melihat trend dan gunakan 1 jam(1H) untuk melihat pergerakan harga.

Anda ingin menambahkan? silahkan isi comment dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar